Tipe kemimpinan paman saya

0

Paman saya adalah seorang pemimpin dalam sebuah perusahaan kecil yang ada dibekasi. Paman termasuk dalam tipe kepemimpinan otokratis, pada suatu saat paman saya mendapatkan tugas besar dalam menangani jaringan sellular provider XL seluruh jabodetabek, dalam permasalahannya ialah tower-tower jaringan yang ada disekitar perumahan rakyat, tower tersebut ialah tower untuk memberikan sinyal yang ada pada handphone sellular, dalam tower itu sering terjadi kehilangan barang-barang penting yang dapat merugikan perusahaan, pintu tower tersebut dijebol dan dirusak oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, oleh karena itulah paman saya menyelesaikan tugas ini dengan memberi tambahan keamanan dengan menambahkan bahan – bahan yang terbuat dari baja untuk melapisi pintu tower agar tidak dapat dimasuki oleh maling. Untuk melapisi pintu tersebut paman memanggil tukang las untuk mengelas dan membuat pintu keamanan tambahan.

Paman menganggap mereka hanyalah sebatas pesuruh saja dengan semaunya menyuruh tanpa mengenal waktu istirahat, dengan menargetkan waktu yang hanya sebentar harus dapat diselesaikan oleh tukang-tukang tersebut, padahal tower-tower itu banyak dan jaraknya berjauhan antara kampung satu dengan kampung lainnya, paman tidak peduli dengan kesehatan tukangnya yang hanya dia pedulikan adalah waktu selesainya pekerjaan tersebut agar tepat waktunya. Paman juga tidak memperdulikan makanan dan minumannya tukang tersebut, paman juga tidak mendengarkan apa anak buahnya sarankan, padahal tukang lasnya lebih tahu apa yang terbaik untuk keamanan towernya  tersebut.

 

Kelemahan : paman termasuk sifat yang mementingakn diri sendiri tidak perduli dengan keadaan sekitarnya.

Kebaikan : mungkin paman mempunyai sifat tegas dalam menghadapi anak buahnya agar pekerjaan tersebut akan cepat diselesaikannya dan dapat mengerjakan pekerjaan lain.

Advertisements

Peran pemimpin

0

Kepemimpinan adalah fondasi terpenting sebuah organisasi. Kepemimpinan berbicara tentang bagaimana seseorang dapat mempengaruhi dan menginspirasi orang lain—bagaimana seseorang bisa membuat orang lain mau belajar dan bekerja ekstra dengan ikhlas. Banyak orang mengatakan, kemampuan memimpin berhubungan dengan bakat, tetapi yang pasti, kepemimpinan adalah keterampilan yang perlu dilatih—bukan hanya dipelajari ilmu dan teorinya.

Seorang pemimpin berbeda dengan manajer, meskipun keduanya sama-sama memahami bisnis organisasinya dengan baik. Seorang pemimpin bertanggung jawab dalam menciptakan visi organisasi, konsep bisnis, rencana, serta program untuk mencapai target organisasi. Sementara manajer bertanggung jawab dalam penerapan dan pencapaiannya.

Ada perbedaan mendasar antara pemimpin dan manajer. Seperti yang sering kita dengar, “A manager does things right. A leader does the right things.” Manajer bertugas membuat pekerjaan menjadi efisien, sementara pemimpin membuat pekerjaan menjadi efektif. Manajemen berbicara tentang “bagaimana”, sementara kepemimpinanberbicara tentang “apa dan mengapa”. Kepemimpinan melakukan inovasi, sementara manajemen menerapkan aturan. Manajemen berhubungan dengan sistem, kontrol, prosedur, struktur, serta kebijakan; sedangkankepemimpinan berbicara tentang manusia dan tentang kepercayaan.

Kepemimpinan bersifat kreatif, adaptif, dan berhubungan dengan ketangkasan. Kepemimpinan melihat jauh ke depan dan dari luar organisasi, bukan hanya di permukaan dan di dalam organisasi. Secara singkat, ada lima peranan penting seorang pemimpin dalam organisasi, yakni:

  1. Menciptakan visi
  2. Membangun tim
  3. Memberikan penugasan
  4. Mengembangkan orang
  5. Memotivasi anak buah

Menciptakan Visi

Seorang pemimpin bertugas membuat visi bagi organisasinya. Visi adalah pernyataan tentang cita-cita organisasi—apa yang ingin dicapai dan akan menjadi seperti apa sebuah organisasi. Visi harus bisa menyatukan kepentingan yang berbeda-beda, sehingga dapat memudahkan proses pengambilan keputusan dalam organisasi. Visi akan membantu pemimpin dan timnya dalam menghadapi tantangan perusahaan.

Membangun Tim

Seorang pemimpin harus dapat memilih orang-orang yang tepat untuk mengisi posisi yang tepat. Agar tidak sampai salah memilih anggota tim, tidak ada salahnya jika pemimpin meluangkan waktu untuk mewawancarai calon karyawan yang akan direkrutnya.

Mengalokasikan Tugas

Pemimpin yang baik mengenal anak buahnya dengan baik. Dia dapat menganalisa anggota timnya dan menempatkan orang yang mumpuni pada posisi yang tepat sesuai dengan kompetensinya. Pemimpin yang baik akan mengalokasikan tugas bagi anggota timnya sesuai dengan keahlian dan passion mereka masing-masing.

Mengembangkan Orang

Jaman telah berubah. Dulu, banyak orang yang setia bekerja di satu tempat untuk waktu yang lama. Tetapi sekarang, banyak orang tidak ragu untuk berpindah-pindah tempat kerja karena merasa tidak bisa berkembang di suatu tempat. Mereka ingin belajar dan menjadi lebih pintar. Seorang pemimpin harus memahami hal tersebut. Ia harus bisa membaca potensi orang-orang yang dipimpinnya, serta mengembangkan kemampuan dan valuemereka.

Memotivasi Anak Buah

Tim yang bersemangat adalah kekuatan bagi organisasi yang sehat. Untuk menjaga semangat tim, pemimpin harus dapat menginspirasi dan memotivasi anak buahnya. Tim yang bahagia dan bersemangat pasti mau bekerja keras dan berusaha maksimal demi mencapai target dan kesuksesan organisasi.

Kepemimpinan

0

Pengertian Kepemimpinan

Kepemimpinan adalah sifat yang dimiliki oleh seseorang untuk dapat memengaruhi atau memberi contoh kepada pengikut atau anggotanya dalam maksud mencapai tujuan organisasi yang dipimpinnya. Cara alamiah mempelajari kepemimpinan adalah “melakukanya dalam kerja” dengan praktik seperti pemagangan pada seorang seniman ahli, pengrajin, atau praktisi. Dalam hubungan ini sang ahli diharapkan sebagai bagian dari perannya memberikan pengajaran/instruksi untuk memerintah.

Kepemimpinan adalah kemampuan seseorang mempengaruhi dan memotivasi orang lain untuk melakukan sesuatu sesuai tujuan bersama. Kepemimpinan meliputi proses mempengaruhi dalam menentukan tujuan organisasi, memotivasi perilaku pengikut untuk mencapai tujuan, mempengaruhi untuk memperbaiki kelompok dan budayanya.

Menurut  H. Gerth & C.W. Mills “Character and Social Structure” Kepemimpinan dalam arti luas adalah suatu hubungan antara pemimpin dan yang dipimpin dalam mana pemimpin lebih banyak mempengaruhi dari pada dipengaruhi; disebabkan karena pemimpin menghendaki yang dipimpin berbuat seperti dia dan tidak berbuat lain yang dimaui sendiri.

Sedangkan menurut C.V. Cleeton & C.W. Mason “Executive Ability its Discovery and Development” Kepemimpinan menunjukkan kemampuan mempengaruhi orang-orang dalam mencapai hasil-hasil melalui himbauan emosional dan bukannya melalui penggunaan kekerasan/wewenang.

Berdasarkan definisi-definisi di atas, kepemimpinan memiliki beberapa implikasi, antara lain :

  • Kepemimpinan berarti melibatkan orang atau pihak lain, yaitu para karyawan atau bawahan (followers). Para karyawan atau bawahan harus memiliki kemauan untuk menerima arahan dari pemimpin. Walaupun demikian, tanpa adanya karyawan atau bawahan, tidak akan ada pimpinan.
  • Seorang pemimpin yang efektif adalah seseorang yang dengan kekuasaannya (his or herpower) mampu menggugah pengikutnya untuk mencapai kinerja yang memuaskan. Para pemimpin dapat menggunakan bentuk-bentuk kekuasaan atau kekuatan yang berbeda untuk mempengaruhi perilaku bawahan dalam berbagai situasi.
  • Kepemimpinan harus memiliki kejujuran terhadap diri sendiri (integrity), sikap bertanggungjawab yang tulus (compassion), pengetahuan (cognizance), keberanian bertindak sesuai dengan keyakinan (commitment), kepercayaan pada diri sendiri dan orang lain (confidence) dan kemampuan untuk meyakinkan orang lain (communication) dalam membangun organisasi.

Tipe-Tipe Kepemimpinan

Pada dasarnya para pemimpin dalam setiap organisasi dapat dikategorikan menjadi lima tipe utama yaitu sebagai berikut :

1. Tipe Pemimpin Otokratis

Tipe pemimpin ini menganggap bahwa pemimpin adalah merupakan suatu hak.
Ciri-ciri pemimpin tipe ini adalah sebagai berikut :

  • Menganggap bahwa organisasi adalah milik pribadi
  • Mengidentikkan tujuan pribadi dengan tujuan organisasi.
  • Menganggap bahwa bawahan adalah sebagai alat semata-mata
  • Tidak mau menerima kritik, saran dan pendapat dari orang lain karena dia menganggap dialah yang paling benar.Selalu bergantung pada kekuasaan formal
  • Dalam menggerakkan bawahan sering mempergunakan pendekatan (Approach) yang mengandung unsur paksaan dan ancaman.

Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe mimpinan otokratis tersebut di atas dapat diketahui bahwa tipe ini tidak menghargai hak-hak dari manusia, karena tipe ini tidak dapat dipakai dalam organisasi modern.

2. Tipe Kepemimpinan Militeristis

  1. Perlu diparhatikan terlebih dahulu bahwa yang dimaksud dengan seorang pemimpin tipe militeristis tidak sama dengan pemimpin-pemimpin dalam organisasi militer. Artinya tidak semua pemimpin dalam militer adalah bertipe militeristis.
    Seorang pemimpin yang bertipe militeristis mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
  • Dalam menggerakkan bawahan untuk yang telah ditetapkan, perintah mencapai tujuan digunakan sebagai alat utama.
  • Dalam menggerakkan bawahan sangat suka menggunakan pangkat dan jabatannya.
  • Senang kepada formalitas yang berlebihan
  • Menuntut disiplin yang tinggi dan kepatuhan mutlak dari bawahan
  • Tidak mau menerima kritik dari bawahan
  • Menggemari upacara-upacara untuk berbagai keadaan.

Dari sifat-sifat yang dimiliki oleh tipe pemimpin militeristis jelaslah bahwa ripe pemimpin seperti ini bukan merupakan pemimpin yang ideal.

3. Tipe Pemimpin Paternalistis

Tipe kepemimpinan fathornalistis, mempunyai ciri tertentu yaitu bersifat fathernal atau kepakan.ke Pemimpin seperti ini menggunakan pengaruh yang sifat kebapaan dalam menggerakkan bawahan mencapai tujuan. Kadang-kadang pendekatan yang dilakukan sifat terlalu sentimentil.

Sifat-sifat umum dari tipe pemimpin paternalistis dapat dikemukakan sebagai berikut:

  • Menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak dewasa.
  • Bersikap terlalu melindungi bawahanJarang memberikan kesempatan kepada bawahannya untuk mengambil keputusan. Karena itu jarang dan pelimpahan wewenang.
  • Jarang memberikan kesempatan kepada bawahannya tuk mengembangkan inisyatif daya kreasi.
  • Sering menganggap dirinya maha tau.

Harus diakui bahwa dalam keadaan tertentu pemimpin seperti ini sangat diporlukan. Akan tetapi ditinjau dari segi sifar-sifar negatifnya pemimpin faternalistis kurang menunjukkan elemen kontinuitas terhadap organisasi yang dipimpinnya.

4. Tipe Kepemimpinan Karismatis

Sampai saat ini para ahli manajemen belum berhasil menamukan sebab-sebab mengapa seorang pemimin memiliki karisma. Yang diketahui ialah tipe pemimpin seperti ini mampunyai daya tarik yang amat besar, dan karenanya mempunyai pengikut yang sangat besar. Kebanyakan para pengikut menjelaskan mengapa mereka menjadi pengikut pemimpin seperti ini, pengetahuan tentang faktor penyebab Karena kurangnya seorang pemimpin yang karismatis, maka sering hanya dikatakan bahwa pemimpin yang demikian diberkahi dengan kekuatan gaib (supernatural powers), perlu dikemukakan bahwa kekayaan, umur, kesehatan profil pendidikan dan sebagainya. Tidak dapat digunakan sebagai kriteria tipe pemimpin karismatis.

5. Tipe Kepemimpinan Demokratis

  1. Dari semua tipe kepemimpinan yang ada, tipe kepemimpinan demokratis dianggap adalah tipe kepemimpinan yang terbaik. Hal ini disebabkan karena tipe kepemimpinan ini selalu mendahulukan kepentingan kelompok dibandingkan dengan kepentingan individu.
    Beberapa ciri dari tipe kepemimpinan demokratis adalah sebagai berikut:

Dalam proses menggerakkan bawahan selalu bertitik tolak dari pendapat bahwa manusia itu adalah mahluk yang termulia di dunia.

  • Selalu berusaha menselaraskan kepentingan dan tujuan pribadi dengan kepentingan organisasi.
  • Senang menerima saran, pendapat dan bahkan dari kritik bawahannya.
  • Mentolerir bawahan yang membuat kesalahan dan berikan pendidikan kepada bawahan agar jangan berbuat kesalahan dengan tidak mengurangi daya kreativitas, inisyatif dan prakarsa dari bawahan.
  • Lebih menitik beratkan kerjasama dalam mencapai tujuan.
  • Selalu berusaha untuk menjadikan bawahannya lebih sukses daripadanya.
  • Berusaha mengembangkan kapasitas diri pribadinya sebagai pemimpin.

Dari sifat-sifat yang harus dimiliki oleh pemimpin tipe demokratis, jelaslah bahwa tidak mudah untuk menjadi pemimpin yang mempunyai sifat demokratis.

 

Teori Kepemimpinan

Inilah adalah beberapa teori telah dikemukakan para ahli majemen mengenai timbulnya seorang pemimpin. Teori yang satu berbeda dengan teori yang lainnya. Teori merupakan suatu kunci atau pedoman seorang pemimpin dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin.
Di antara berbagai teori mengenai lahirnya paling pemimpin ada tiga di antaranya yang paling menonjol yaitu sebagai berikut :

  1. Teori Genetie
    Inti dari teori ini tersimpul dalam mengadakan “leaders are born and not made”. bahwa penganut teori ini mengatakan bahwa seorang pemimpin akan karena ia telah dilahirkan dengan bakat pemimpin.Dalam keadaan bagaimana pun seorang ditempatkan pada suatu waktu ia akn menjadi pemimpin karena ia dilahirkan untuk itu. Artinya takdir telah menetapkan ia menjadi pemimpin.
  2. Teori Sosial
    Jika teori genetis mengatakan bahwa “leaders are born and not made”, make penganut-penganut sosial mengatakan sebaliknya yaitu “Leaders are made and not born”. Penganut-penganut teori ini berpendapat bahwa setiap orang akan dapat menjadi pemimpin apabila diberi pendidikan dan kesempatan untuk itu.
  3. Teori Ekologis
    Teori ini merupakan penyempurnaan dari kedua teori genetis dan teori sosial. Penganut-ponganut teori ini berpendapat bahwa seseorang hanya dapat menjadi pemimpin yang baik apabila pada waktu lahirnya telah memiliki bakat-bakat kepemimpinan, bakat mana kemudian dikembangkan melalui pendidikan yang teratur dan pangalaman-pengalaman yang memungkinkannya untuk mengembangkan lebih lanjut bakat-bakat yang memang telah dimilikinya itu.

Teori ini menggabungkan segi-segi positif dari kedua teori genetis dan teori sosial dan dapat dikatakan teori yang paling baik dari teori-teori kepemimpinan. Tapi demikian penyelidikan yang jauh yang lebih mendalam masih diperlukan untuk dapat mengatakan secara pasti apa faktor-faktor yang menyebabkan seseorang timbul sebagai pemimpin yang baik.

 

Perubahan dan Perkembangan Organisasi

0

Faktor-faktor perubahan organisasi

Sebuah organisasi yang sudah dibangun dan didirikan oleh beberapa orang yang sebelumnya sudah memiliki satu tujuan yang mantap tentu saja masih bisa berubah tujuan, entah perubahan yang lebih baik ataupun sebaliknya. Intinya perubahan dan pengembangan dapatlah terjadi pada apapun dan siapapun tidak terkecuali dengan organisasi. Tidak banyak individu atau organisasi menyukai adanya perubahan, apalagi perubahan yang berarah negatif, namun perubahan tidak dapat dihindari dan harus di hadapi.

Faktor perubahan dapat terjadi karena 2 faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Adapun beberapa contoh dan pengertian dari faktur-faktor tersebut;

  • Faktor Internal

Faktor internal merupakan keseluruhan faktor yang ada di dalam organisasi dimana factor tersebut dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Adalah penyebab perubahan yang berasal dari dalam organisasi yang bersangkutan, yang dapat berasal dari berbagai sumber. Problem yang sering timbul berkaitan dengan hubungan sesame anggota organisasi pada umumnya menyangkut masalah komunikasi dan kepentingan masing-masing anggota. Proses kerja sama yang berlangsung dalam organisasi juga kadang-kadang merupakan penyebab dilakukannya perubahan.

Problem yang timbul dapat menyangkut masalah system kerjasamanya dan dapat pula menyangkut perlengkapan atau peralatan yang digunakan. Sistem kerja sama yang terlalu birokratis atau sebaliknya dapat menyebabkan suatu organisasi menjadi tidak efisien. System birokrasi (kaku) menyebabkan hubungan antar anggota menjadi impersonal yang mengakibatkan rendahnya semangat kerja dan pada gilirannya produktivitas menurun, demikian sebaliknya. Perubahan yang harus dilakukan akan menyangkut struktur organisasi yang digunakan.

Hubungan antar anggota yang kurang harmonis juga merupakan salah satu problem yang lazim terjadi. Dibedakan menjadi dua, yaitu: problem yang menyangkut hubungan atasan bawahan (hubungan yang bersifat vertikal), dan problem yang menyangkut hubungan sesama anggota yang kedudukannya setingkat (hubungan yang bersifat horizontal). Problem atasan bawahan yang sering timbul adalah problem yang menyangkut pengambilan keputusan dan komunikasi. Keputusan pimpinan yang berkenaan dengan system pengupahan, misalnya dianggap tidak adil atau tidak wajar oleh bawahan, atau putusan tentang pemberlakuan jam kerja yang dianggap terlalu lama, dsb.

 

Berikut ini adalah beberapa contoh Faktor Internal yang sering terjadi :

  1. Problem hubungan antar anggota,
  2. Problem dalam proses kerja sama,
  3. Problem keuangan.
  4. Perubahan kebijakan lingkungan.
  5. Perubahan tujuan organisasi.
  6. Perluasan wilayah operasi tujuan organisasi.
  7. Volume kegiatan yang semakin bertambah banyak.
  8. Sikap dan perilaku dari anggota organisasi.

 

  • Faktor Eksternal

Faktor eksternal merupakan segala keseluruhan faktor yang ada di luar organisasi yang dapat mempengaruhi organisasi dan kegiatan organisasi. Beberapa factor tersebut antara lain : Politik, Hukum , Kebudayaan, Teknologi, Sumber alam, Demografi dan sebagainya.
Penyebab perubahan yang berasal dari luar, atau sering disebut lingkungan. Organisasi bersifat responsive terhadap perubahan yang terjadi di lingkungannya. Oleh karena itu, jarang sekali suatu organisasi melakukan perubahan besar tanpa adanya dorongan yang kuat dari lingkungannya. Artinya, perubahan yang besar itu terjadi karena lingkungan menuntut seperti itu. Beberapa penyebab perubahan organisasi yang termasuk faktor ekstern adalah perkembangan teknologi, faktor ekonomi dan peraturan pemerintah.
Perkembangan dan kemajuan teknologi juga merupakan penyebab penting dilakukannya perubahan. Penggantian perlengkapan lama dengan perlengkapan baru yang lebih modern menyebabkan perubahan dalam berbagai hal, misalnya: prosedur kerja, kualitas dan kuantitas tenaga kerja, jenis bahan baku, jenis output yang dihasilkan, system penggajian yang diberlakukan yang memungkinkan jumlah bagian-bagian yang ada dikurangi atau hubungan pola kerja diubah karena adanya perlengkapan baru
Berikut ini adalah beberapa contoh faktor eksternal yang sering terjadi:

  1. Politik.
  2. Hukum.
  3. Kebudayaan.
  4. Teknologi.
  5. SDA.
  6. Demografi.
  7. Sosiologi.

 

Proses Perubahan dalam Organisasi

Suatu perubahan terjadi melalui beberapa tahapan. Perubahan sering terjadi karena pertama-tama adanya dorongan dari dalam (dorongan internal), kemudian ada dorongan dari luar (dorongan eksternal). Untuk mengetahui lebih banyak berikut adalah tahapan dan pengertian dari perubahan tersebut.

 

  • Tahap pertama, tahap identifikasi perubahan, diharapkan seseorang dapat mengenal perubahan apa yang akan dilakukan /terjadi. Dalam tahap ini seseorang atau kelompok dapat mengenal kebutuhan perubahan dan mengidentifikasi tipe perubahan. Tidak dapat dipungkiri bahwa setiap organisasi apapun tidak dapat menghindarkan diri dari pengaruh daripada berbagai perubahan yang terjadi di luar organisasi. Perubahan yang terjadi di luar organisasi itu mencakup berbagai bidang, antara lain politik, ekonomi, teknologi, hukum, sosial budaya dan sebagainya. Perubahan tersebut mempunyai dampak terhadap organisasi, baik dampak yang bersifat negatif maupun positif. Dampak bersifat negatif apabila perubahan itu menjadi hambatan bagi kelancaran, perkembangan dan kemajuan organisasi. Dampak bersifat positif apabila perubahan itu dapat memperlancar kegiatan, perkembangan dan kemajuan organisasi atau dalam bentuk kesempatan-kesempatan baru yang tidak tersedia sebelumnya.
  • Tahap kedua, tahap perencanaan perubahan. Pada tahap ini harus dianalisis mengenai diagnostik situasional tehnik, pemilihan strategi umum, dan pemilihan. Dalam proses ini perlu dipertimbangkan adanya factor pendukung sehingga perubahan dapat terjadi dengan baik. Yang perlu diidentifikasi adalah dampak perubahan perubahan yang terjadi dalam organisasi. Setiap faktor yang menyebabkan terjadinya perubahan organisasi harus diteliti secara cermat sehingga jelas permasalahannya dan dapat dipecahkan dengan tepat.
  • Tahap keempat, , tahap evaluasi dan umpan balik. Untuk melakukan evaluasi diperlukan data, oleh karena itu dalam tahap ini dilakukan pengumpulan data dan evaluasi data tersebut. Dimana Hasil evaluasi ini dapat di umpan balik kepada tahap 1 sehingga memberi dampak pada perubahan yang diinginkan berikutnya.
  • Tahap ketiga, tahap implementasi perubahan dimana terjadi proses pencairan, perubahan dan pembekuan yang diharapkan. Apabila suatu perubahan sedang terjadi kemungkinan timbul masalah. Sebelum langkah-langkah perubahan diambil, pimpinan organisasi harus yakin terlebih dahulu bahwa perubahan memang harus dilakukan, baik dalam rangka meningkatkan kemampuan organisasi maupun dalam rangka mempertahankan eksistensi serta pengembangan dan pertumbuhan organisasi selanjutnya.
    Menentukan Strategi : Apabila pimpinan organisasi yakin bahwa perubahan benar-benar harus dilakukan maka pemimpin organisasi haru segera menyusun strategi untuk mewujudkannya.

 

Ciri-ciri pengembangan Organisasi

 

Suatu organisasi yang tiba-tiba berubah atau mengganti tujuannya itu pasti punya maksud tertentu dan pastinya tujuan tersebut akan lebih baik dari sebelumnya. Organisasi yang secara terus menerus melakukan perubahan diri agar dapat mengelola pengetahuan lebih baik lagi, memanfaatkan tekhnologi, memberdayakan sumber daya, dan memperluas area belajarnya agar mampu bertahan di lingkungan yang selalu berubah. berikut adalah ciri-ciri efektif yang dapat kita kenali dan kita nilai dari sebuah organisasi;

 

  1. Merupakan strategi terencana dalam mewujudkan perubahan organisasional, yang memiliki sasaran jelas berdasarkan diagnosa yang tepat dan akurat tentang permasalahan yang dihadapi oleh suatu organisasi.
  2. Merupakan kolaborasi antara berbagai pihak yang akan terkena dampak perubahan yang akan terjadi terhadap suatu organisasi.
  3. Menekankan cara-cara baru yang diperlukan untuk meningkatkan kinerja seluruh organisasi dan semua satuan kerja dalam organisasi.
  4. Mengandung nilai humanistik dimana pengembangan potensi manusia menjadi bagian terpenting.
  5. Menggunakan pendekatan komitmen sehingga selalu memperhitungkan pentingnya interaksi, interaksi dan interdependensi antara organisasi sau dengan organisasi yang lainnya.
  6. berbagai satuan kerja sebagai bagian integral di suasana yang utuh.
  7. Menggunakan pendekatan ilmiah dalam upaya meningkatkan efektivitas organisasi.

 

Metode-metode Pengembangan Organisasi

 

Ada beberapa teknik yang dirancang para ahli, dengan tujuan meningkatkan kemampuan berkomunikasi serta bekerja secara efektif, antar-individu maupun antar-kelompok dalam organisasi yang dijalani. Berikut adalah teknik yang sering digunakan dan diterapkan oleh brbagai organisasi.

  1. Sensitivity training, merupakan teknik yang pertama diperkenalkan dan yang dahulu paling sering digunakan. Teknik ini sering disebut juga T-group. Dalam kelompok kelomok T (singkatan training) yang masing masing terdiri atas 6 – 10 peserta, pemimpin kelompok (terlatih) membimbing peserta meningkatkan kepekaan (sensitivity) terhadap orang lain, serta ketrampilan dalam hubunga antar-pribadi.
    1. Team Building, adalah pendekatan yang bertujuan memperdalam efektivitas serta kepuasaan tiap individu dalam kelompok kerjanya atau tim. Teknik team building sangat membantu meningkatkan kerjasama dalam tim yang menangani proyek dan organisasinya bersifat matriks.
    2. Survey feedback. Dalam teknik sruvey feedback. Tiap peserta diminta menjawab kuesioner yang dimaksud untuk mengukur persepsi serta sikap mereka (misalnya persepsi tentang kepuasan kerja dan gaya kepemimpinan mereka). Hasil surveini diumpan balikkan pada setiap peserta, termasuk pada para penyelia dan manajer yang terlibat. Kegiatan ini kemudian dilanjutkan dengan kuliah atau lokakarya yang mengevaluasi hasil keseluruhan dan mengusulkan perbaikan perbaikan konstruktif.
    3. Transcational Analysis (TA). TA berkonsentrasi pada gaya komunikasi antar-individu. TA mengajarkan cara menyampaikan pesan yang jelas dan bertanggung jawab, serta cara menjawab yang wajar dan menyenangkan. TA dimaksudkan untuk mengurangi kebiasaan komunikasi yang buruk dan menyesatkan.
    4. Intergroup activities. Fokus dalam teknik intergroup activities adalah peningkatan hubungan baik antar-kelompok.Ketergantungan antar kelompok , yang membentuk kesatuan organisasi, menimbulkan banyak masalah dalam koordinasi. Intergroup activities dirancang untuk meningkatkan kerjasama atau memecahkan konflik yang mungkin timbul akibat saling ketergantungan tersebut.
    5. Proses Consultation. Dalam Process consultation, konsultan OD mengamati komunikasi , pola pengambilan keputusan , gaya kepemimpinan, metode kerjasama, dan pemecahan konflik dalam tiap unit organisasi. Konsultan kemudian memberikan umpan balik pada semua pihak yang terlibat tentang proses yang telah diamatinya , serta menganjurkan tindakan koreksi.
    6. Grip OD. Pendekatan grip pada pengembangan organisasi di dasarkan pada konsep managerial grip yang diperkenalkan oleh Robert Blake dan Jane Mouton. Konsep ini mengevaluasi gaya kepemimpinan mereka yang kurang efektif menjadi gaya kepemimpinan yang ideal, yang berorientasi maksimum pada aspek manusia maupun aspek produksi.
    7. Third-party peacemaking. Dalam menerapkan teknik ini, konsultan OD berperan sebagai pihak ketiga yang memanfaatkan berbagai cara menengahi sengketa, serta berbagai teknik negosiasi untuk memecahkan persoalan atau konflik antar-individu dan kelompok.

Teknik pengambilan keputusan dan proses pengambilan keputusan

0

1. Teknik Pengambilan Keputusan

Teknik pengambilan keputusan ada 3 macam antara lain ;

  1. Teknik Kreatif
  2. Teknik Partisipatif
  3. Teknik Pengambilan Keputusan Modern

Pada dasarnya proses pengambilan keputusan dapat dibagi menjadi 2, yaitu individual decision dan group decision berikut adalah pengertiannya;

  1. Individual decision adalah proses pengambilan keputusan yang hanya dilakukan oleh seorang pemimpin suatu kelompok atau organisasi, sementara para anggota hanya dapat memberikan saran dan masukkan, tanpa berhak ikut dalam pengambilan keputusan.
  2. Group decision adalah proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seluruh anggota kelompok atau oraganisasi, proses keputusan ini jauh lebih baik, logis dan ideal sebab merupakan hasil pemikiran dari seluruh anggota kelompok dan siapapun dapat merasa dihargai karena pendapat yang dilontarkan dapat diterima atau diberikan masukan kembali.

 

2. Proses Pengambilan Keputusan

Pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara berbagai alternative yang harus diambil dan dijalankan oleh seseorang.

Berikut adalah beberapa konsep atau proses pengambilan keputusan yang harus dijalakan saat kita dihadapkan dengan berbagai pilihan yang menurut kita sulit untuk dipilih;

  1. Pertama Identifikasi dan diagnosis dulu masalah yang sedang dihadapi
  2. Kumpulkan data analisis data yang relevan
  3. Kembangkan & evaluasi secara alternantif
  4. Pilihlah alternatif terbaik
  5. Implementasi keputusan & evaluasi terhadap hasil – hasil yang sudah diperoleh

Perbedaan Wewenang, Kekuasaan dan Pengaruh

0

Pengaruh adalah kegiatan yang secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku terhadap seseorang atau kelompok.

Kekuasaan itu adalah kualitas yang melekat dalam satu interaksi antara dua atau lebih individu ( a quality inherent in an interaction between two or more individuals). Jika setiap individu mengadakan interaksi untuk mempengaruhi tindakan satu sama lain, maka yang muncul dalam interaksi tersebut adalah pertukaran kekuasaan.  Adapula yang menyebutkan bahwa kekuasan merupakan kemampuan seseorang mempengaruhi orang lain sesuai dengan kehendaknya dan bila kekuasaan itu melembaga dan di akui masyarakat, disebut wewenang. Lalu ada pun yang mendefinisikan bahwa kekuasaan adalah kemampuan untuk menggunakan pengaruh pada orang lain; artinya kemampuan untuk mengubah sikap atau tingkah laku individu atau kelompok. Kekuasaan juga berarti kemampuan untuk mempengeruhi individu, kelompok, keputusan atau kejadian.

Sedangkan Wewenang (Authority) merupakan dasar untuk bertindak, berbuat dan melakukan kegiatan / aktifitas dalam suatu perusahaan tidak dapat berbuat apa – apa .

 

Referensi

http://library.binus.ac.id/

http://elib.unikom.ac.id/files/disk1/385/jbptunikompp-gdl-ponisukaes-19203-5-5.wewena-b.doc

Proses Organisasi

0

8. Proses Organisasi

Organisasi adalah kumpulan sekelompok orang (dua atau lebih) yang secara formal dipersatukan dalam suatu kerjasama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan atau direncanakan sebelumnya pada awal pertemuan.

1. Proses Mempengaruhi

Pengaruh adalah kegiatan yang baik secara langsung atau tidak langsung mengakibatkan suatu perubahan perilaku dan sikap orang lain atau kelompok.

Adapun elemen-elemen proses mempengaruhi yaitu ;

  1. orang yang mempengaruhi (0)
  2. metode mempengaruhi (→)‏
  3. orang yang dipengaruhi (p)‏

Jadi proses mempengaruhi : 0 → p

Beberapa metode yang harus diperhatikan untu mempengaruhi seseorang atau organisasi yaitu;

1. Kekuatan fisik

Metode ini dilakukan menggunakan fisik, seperti menggunakan tangan dalam mempengaruhi individu maupun kelompok (berhubungan dengan kekerasan).

2. Penggunaan sanksi

Metode ini dilakukan dengan memberikan sanksi kepada individu maupun kelompok, sanksi yang diberikan berupa sanksi positif maupun negatif.

3. Keahlian

Metode ini dilakukan dengan keahlian, seseorang yang mempengaruhi mempunyai keahlian dalam mempengaruhi individu maupun kelompok.

4. Kharisma (Daya Tarik)

Pada metode ini seseorang yang dipengaruhi akan tertarik kepada orang yang mempengaruhi, karena orang tersebut memiliki kharisma tanpa harus menggunakan kekuatan fisik, sanksi maupun keahlian.

2. Proses pengambilan keputusan

Pengambilan keputusan adalah pemilihan diantara berbagai alternative yang harus diambil dan dijalankan oleh seseorang.

Berikut adalah beberapa konsep atau proses pengambilan keputusan yang harus dijalakan saat kita dihadapkan dengan berbagai pilihan yang menurut kita sulit untuk dipilih;

  1. Pertama Identifikasi dan diagnosis dulu masalah yang sedang dihadapi
  2. Kumpulkan data analisis data yang relevan
  3. Kembangkan & evaluasi secara alternantif
  4. Pilihlah alternatif terbaik
  5. Implementasi keputusan & evaluasi terhadap hasil – hasil yang sudah diperoleh

3. Teknik Pengambilan Keputusan

Teknik pengambilan keputusan ada 3 macam antara lain ;

  1. Teknik Kreatif
  2. Teknik Partisipatif
  3. Teknik Pengambilan Keputusan Modern

Pada dasarnya proses pengambilan keputusan dapat dibagi menjadi 2, yaitu individual decision dan group decision berikut adalah pengertiannya;

  1. Individual decision adalah proses pengambilan keputusan yang hanya dilakukan oleh seorang pemimpin suatu kelompok atau organisasi, sementara para anggota hanya dapat memberikan saran dan masukkan, tanpa berhak ikut dalam pengambilan keputusan.
  2. Group decision adalah proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh seluruh anggota kelompok atau oraganisasi, proses keputusan ini jauh lebih baik, logis dan ideal sebab merupakan hasil pemikiran dari seluruh anggota kelompok dan siapapun dapat merasa dihargai karena pendapat yang dilontarkan dapat diterima atau diberikan masukan kembali.

 

9. Komunikasi dalam organisasi

1. Pengertian komunikasi

Komunikasi adalah suatu proses pembentukan, penerimaan, penyampaian dan pengolahan pesan yang terjadi dalam diri seseorang  dan atau lebih dengan tujuan dan maksud tertentu yang ingin disampaikan dan diterapkan.

2.  Unsur-unsur komunikasi

Berikut adalah komponen-komponen atau unsur yang terdapat didalam komunikasi antara manusia dengan dirinya sendiri dan dengan orang lain.

  1. Sumber, Semua peristiwa komunikasi akan melibatkan sumber sebagai pembuat atau pengirim informasi. Dalam komunikasi antarmanusia, sumber bisa terdiri dari satu orang, tetapi bisa juga dalam bentuk kelompok misalnya partai, organisasi atau lembaga.
  2. Pesan, Pesan yang dimaksud dalam proses komunikasi adalah sesuatu yang disampaikan pengirim kepada penerima. Pesan dapat disampaikan dengan cara tatap muka (face to face) atau melalui media komunikasi. Isinya bisa berupa ilmu pengetahuan, hiburan, informasi, nasihat atau propaganda.
  3. Media, Media adalah alat sarana yang digunakan untuk menyampaikan pesan dari komunikator kepada masyarakat.
  4. Penerima, Penerima adalah  pihak yang menjadi sasaran pesan yang dikirim oleh sumber.  Penerima bisa terdiri satu orang atau lebih, bisa dalam bentuk kelempok, partai bahkan negara. Penerima biasa disebut dengan berbagai macam istilah, seperti khalayak, sasaran, komunikan.
  5. Pengaruh atau efek, Pengaruh atau efek adalah perbedaan antara apa yang dipikirkan, dirasakan, dan dilakukan oleh penerima sebelum dan sesudah menerima pesan. Pengaruh ini bisa terjadi pada pengetahuan, sikap dan tingkah laku seseorang. Oleh karena itu, pengaruh bisa juga diartikan perubahan atau pengetahuan, sikap, dan tindakan seseorang sebagai akibat penerimaan pesan

3.  Proses Menyalurkan Ide Melalui Komunikasi

Pada umumnya komunikasi dilakukan secara lisan atau verbal yang dapat dimengerti oleh kedua belah pihak. Apabila tidak ada bahasa verbal yang dapat dimengerti oleh keduanya, komunikasi masih dapat dilakukan dengan gerak gerik badan seperti tersenyum,menggelengkan kepala, dan mengangkat bahu seperti yang sudah banyak dilakukan oleh banyak orang.

Dalam menyalurkan ide atau solusi harus ada si pengirim (sender) dan si penerima (receiver). Ide-ide yang diambil pun tidak sembarangan, tetapi ada penyaringan dan seleksi untuk diambil ide manakah yang terbaik untuk di ambil dan dilaksanakan oleh organisasi tersebut agar mencapai tujuan bersama,serta visi dan misi suatu organisasi.

berikut merupakan tahapan-tahapan cara menyalurkan ide melalui komunikasi dengan baik yaitu :

  1. Pikirkan IDE (gagasan) terbaik oleh sender.
  2. lakukanlah PERUMUSAN yaitu dalam perumusan ini ide si sender disampaikan oleh kata-kata.
  3. Kemudian PENYALURAN (transmitting) salurkan dan tuangkan ide terbaik anda didepan forum yaitu penyaluran ini bisa lisan, tertulis, simbol maupun isyarat, dll.
  4. Beri sedikit TINDAKAN yaitu tindakan ini sebagai contoh perintah-perintah dalam organisasi  dilaksanakan.
  5. Beri PENGERTIAN dan jelaskan sejelas mungkin hingga kata-kata si sender dalam perumusan tadi dapat dijadikan ide oleh si penerima.
  6. PENERIMAAN yaitu ide atau informasi ini diterima oleh penangkap berita (receiver).

4. Hambatan – Hambatan Dalam Komunikasi 

Melakukan komunikasi yang efektif tidaklah mudah. Beberapa ahli menyatakan bahwa tidak ada proses komunikasi yang sebenar-benarnya efektif, karena selalu terdapat hambatan. Hambatan komunikasi pada umumnya mempunyai dua sifat berikut ini :

  1. Hambatan yang bersifat objektif, yaitu hambatan terhadap proses komunikasi yang tidak disengaja dibuat oleh pihak lain tetapi lebih disebabkan oleh keadaan yang tidak menguntungkan. Misalnya karena cuaca, kebisingan kalau komunikasi di tempat ramai, waktu yang tidak tepat, penggunaan media yang keliru, ataupun karena tidak kesamaan atau tidak “in tune” dari frame of reference dan field of reference antara komunikator dengan komunikan.
  2. Hambatan yang bersifat subjektif, yaitu hambatan yang sengaja di buat orang lain sebagai upaya penentangan, misalnya pertentangan kepentingan, prasangka, tamak, iri hati, apatisme, dan mencemoohkan komunikasi.

Sedangkan kalau diklasifikasikan hambatan komunikasi meliputi :

1.Gangguan (Noises), terdiri dari :

A. Gangguan mekanik (mechanical/channel noise), yaitu gangguan disebabkan saluran komunikasi atau kegaduhan yang bersifat fisik.

B. Gangguan semantik (semantic noise), yaitu bersangkutan dengan pesan komunikasi yang pengertiannya menjadi rusak. Lebih banyak kekacauan penggunaan bahasa, pengertian suatu istilah atau konsep terdapat perbedaan antara komunikator dengan komunikan.

C. Gangguan personal (personnel noise), yaitu bersangkutan dengan kondisi fisik komunikan atau komunikator yang sedang kelelalahan, rasa lapar, atau sedang ngantuk. Juga kondisi psikologis, misalnya tidak ada minat, bosan, dan sebagainya.

2. Kepentingan (Interest) Interest akan membuat seseorang selektif dalam menanggapi atau menghayati suatu pesan. Orang akan memperhatikan perangsang yang ada kaitannya dengan kepentingannya. Kepentingan bukan hanya mempengaruhi perhatian kita tetapi juga menentukan daya tanggap, perasaan, pikiran, dan tingkah laku yang akan merupakan sikap reaktif terhadap segala perangsang yang tidak bersesuaian atau bertentangan dengan suatu kepentingan.

3. Motivasi Motif atau daya dorong dalam diri seseorang untuk melakukan atau tidak melakukan sesuatu yang sesuai dengan keinginan, kebutuhan dan kekurangannya. Pada umumnya motif seseorang berbeda-beda jenis maupun intensitas dengan yang lainnya, termasuk intensitas tanggapan seseorang terhadap suatu komunikasi. Semakin komunikasi sesuai motivasinya semakin besar kemungkinan komunikasi itu dapat diterima dengan baik oleh pihak komunikan.

4. Prasangka (Prejudice) Sikap seseorang terhadap sesuatu secara umum selalu terdapat dua alternatif like and dislike, atau pun simpati dan tidak simpati. Dalam sikap negatif (dislike juga tidak simpati) termasuk prasangka yang akan melahirkan curiga dan menentang komunikasi. Dalam prasangka emosi memaksa seseorang untuk menarik kesimpulan atas dasar stereotif (tanpa menggunakan pikiran rasional). Emosi sering membutakan pikiran dan pandangan terhadap fakta yang nyata, tidak akan berpikir secara objektif dan segala yang dilihat selalu akan dinilai negatif.

5. Evasi Komunikasi Evasion of communication adalah gejala mencemoohkan dan mengelakkan suatu komunikasi untuk kemudian mendiskreditkan atau menyesatkan pesan komunikasi. Menurut E. Cooper dan M. Johada yang dikutip oleh Onong Uchjana Effendi dalam buku “Ilmu, Teori Dan Filsafat Komunikasi” menyatakan beberapa jenis evasi :

  1. Menyesatkan pengertian (understanding derailed), contoh : Apabila seorang mahasiswa menyerukan pada teman-temannya untuk meningkatkan prestasi belajar dengan jalan rajin masuk kuliah, rajin membaca, dan menghormati dosen. Maka komunikasinya oleh mahasiswa lain mungkin akan diangggap sebagai usaha mencari muka.
  2. Mencacadkan pesan komunikasi (message made invalid), contoh : Apabila seorang siswa A tidak disenangi oleh siswa B, C, D, dan E. Ketika B melihat A sedang dinasehati guru BP, maka B mengatakan pada C bahwa A sedang dimarahi Guru BP. C mungkin mengatakan pada D bahwa A sedang dimaki-maki Guru BP. Dan D mengatakan pada E bahwa A diskor oleh Guru BP.
  3. Mengubah kerangka referensi (changing frame of reference), menunjukkan seseorang yang menggapi komunikasi dengan diukur oleh kerangka referensi sendiri, menurut seleranya sendiri tanpa memperhatikan kerangka referensi orang yang akan diberikan pesan tersebut.

5. Klasifikasi Komunikasi dalam organisai

Di bawah ini ada beberapa klasifikasi komunikasi dalam organisasi yang di tinjau dari beberapa segi :

1. Dari segi sifatnya :

A. Komunikasi Lisan : komunikasi yang berlangsung lisan / berbicara. Misalnya: presentasi.

B. Komunukasi Tertulis : komunikasi melalui tulisan. Misalnya: email

C. Komunikasi Verbal : komunikasi yang dibicarakan/diungkapkan. Misalnya : curhat

D. Komunikasi Non Verbal : komunikasi yang tidak dibicarakan (tersirat). Misalnya: seseorang yang nerves (gemetar). 

2. Dari segi arah ;

A. Komunikasi Ke atas : komunikasi dari bawahan ke atasan.

B. Komunikasi Ke bawah : komunikasi dari atasan ke bawahan.

C. Komunikasi Horizontal : komunikasi ke sesama manusia / setingkat.

D. Komunikasi Satu Arah : pemberitahuan gempa melalui BMKG(tanpa ada timbal balik).

E. Komunikasi Dua Arah : berbicara dengan adanya timbal balik/ saling berkomunikasi.

 

3. Menurut Lawannya :

A. Komunikasi Satu Lawan Satu : berbicara dengan lawan bicara yang sama banyaknya. Misalnya : berbicara melalui telepon.

B. Komunikasi Satu Lawan Banyak (kelompok) : ‏berbicara antara satu orang dengan suatu kelompok. Misalnya : kelompok satpam menginterogasi maling.

C. Kelompok Lawan Kelompok : berbicara antara suatu kelompok dengan kelompok lain. Misalnya : debat partai politik.

3. Menurut Keresmiannya :

A. Komunikasi Formal : komunikasi yang berlangsung resmi. Misalnya : rapat pemegang saham.

B. Komunikasi Informal : komunikasi yang tidak resmi. Misalnya : berbicara dengan teman.