Harapan Tim Futsal Saya

0

rtrtSaat ini saya teringat akan tim futsal saya deket rumah saya, tim futsal ini bernama Check Fc. Meskipun pemainnya rata – rata anak SMA, akan tetapi kemampuan mereka sudah diatas rata – rata orang dewasa. Kenapa kemampuan mereka bisa diatas rata – rata karena mereka berlatih terus dari mereka kecil waktu mereka masih menempuh Sekolah Dasar sekitar umur 8 tahunan, mereka terus berlatih dilapangan dekat – dekat rumah mereka, dan terus berlatih hingga mereka hebat. Dalam suatu hari tim futsal saya mengikuti sebuah turnament futsal yang menang akan mendapatkan uang tunai Rp. 10.000.000, dengan biaya pendaftaran Rp. 100.000. Tak layaknya pertandingan di Indonesia pada umumnya, tetap saja masih ada keributan diantara para pemain. Entah itu kesalahan dari keputusan wasit atau seorang pemain yang bermain begitu kasar. Karena memang itulah yang harus dipertaruhkan dalam sebuah pertandingan dengan harapan menjadi juara.

          Mereka adalah tim saya yang terdiri dari Oji sebagai kapten, Oting sebagai Kiper, dan pemain lainnya yaitu Dj, Lowak, Wawo, Jun, Copet, dan BM. Saat itu mereka bertanding dengan jepara yang terdiri dari orang – orang yg bertubuh besar,  Pertandingan tetaplah sebuah pertandingan, di sana tak mengenal adanya kasta dan hanya ada peraturan wasit. Pertandingan itu berlangsung seru, tak ayal juga diwarnai dengan teriakan suporter lawan. Karena saat pertandingan mereka tak punya suporter untuk mendukung, paling hanya segelintir orang yang peduli. Di dada mereka hanya tertulis untuk menjadi juara. Harapan inilah yang menggelegar keras dalam telinga mereka. Kalau pertandingan hari ini kita menang, besok kita berangkat ke final. Itulah teriakan Kapten tim mereka sebelum pertandingan. Kenyataan di lapangan, mereka memang benar-benar jago. Dalam beberapa menit mereka mampu menjebol gawang lawan dengan 2 gol. Luar biasa memang, mereka tim yang bermain dengan skill individu yang matang. Lawan pun tak habis pikir, mereka merombak pemain dan pola penyerangan. Lawan mereka bermain dengan melemparkan bola sampai ke gawang dan penyerang lawan hanya tinggal menyentuh bola ke gawang. Gol itulah teriakan dari suporterlawan. Lawan pun mampu mengejar ketinggalan defisit gol dan mampu mengungguli mereka sampai skor berubah menjadi 5 – 2.\          Pertandingan babak pertama pun usai. Di pinggir lapangan mereka mengubah rencana bermain. Mereka menyuruh Oting, kiper mereka untuk memukul bola sekeras mungkin. Dj dan Copet diminta lebih tegas dalam mengantisipasi bola-bola yang datang. Sedangkan ekskutor mereka Sang Kapten Oji diminta lebih fokus dan tenang, sedangkan Wawo diminta untuk lebih tenang dan jangan buru-buru dalam memberikan umpan. Peluit panggilan dari wasit memanggil para pemainuntuk masuk lapangan. Sebelum masuk lapangan mereka di samping lapangan meneriakkan masih ada harapan untuk menang. Ayo cetak GOOOOLLLLLL!!!!
Pertandingan berjalan seakan sangat lambat dan nafas beradu dalam peraduan. Mereka mencetak gol ke gawang lawan. Beberapa kali mereka mencetak gol sampai skor pun sama 5 – 5. Wawo kelihatannya capek, kemudian Jun pun menggantikannya. Berselang beberapa menit lawan mereka mencetak gol. Gol itu terjadi karena bola lemparan dari kiper lawan menyentuh kepala Jun mengarah ke gawang Oting. Goooolllllllllllllllllllllllllllllll. Teriak lawan mereka. Gol pun berlanjut sampai skor menjadi 7 – 5. Wawopun gregetan, dia memanggil BM untuk digantikan. Perasaan mereka campur aduk dengan waktu yang begitu tipis masih terjadi defisit gol. Tekad mereka hanyasatu, cetak gol dan harapan menang masih ada. Akhirnya mereka mampu menjebol lawan berturut-turut sehingga skor pun menjadi sama. Beberapa menit kemudian pluit wasit pun di tiup.
         Tak ada perpanjangan waktu, kemudian dilanjutkan dengan adu penalti. Penendang pertama mereka yaitu Oji, tendangannya melesan kepojok kiri atas gawang kiper. Lawan pun mereka sama dengan mudah gol. Penendang kedua Oting pun terjadi goal. Tendangan ke dua dari lawan hanya melesat keluar gawang Oting. Penendang ketiga mereka yaitu Dj pun berhasil menyelesaikan tugasnya. Kecemasan dari mereka bertambah, saat melihat penendang ketiga mereka berhasil menjebol gawang Oting. Di sisi lain, BM gemetaran dan bingung menendang pakai kaki yang kanan apa kiri. Dalam waktu segenting itu masih mikir menendang pakai kaki yang mana. Tapi semua itu bukanlah masalah bagi mereka. Ternyata tendangan yang tadinya gol di anulir wasit, karena Oting terlalu cepat maju ke depan sebelum peluit di tiup. Akhirnya, tendangan tersebut diulang dan pengulangannya tak sesukses tendangan di awal tadi. Mereka pun bersorak sorai merayakan kemenangan dengan sangat gembira. Karena sudah melewati pertandinganyang luar biasa. Kemudian tim mereka pun melaju ke babak final.
Itulah sebuah tim yang punya harapan besar untuk bisa memenangkan sebuah pertandingan. Seperti seorang Zinedine Zidane yang tak pernah berhenti berjuang sampai dia menjadi pemain besar. Sang maestro bola tersebut pernah berkata “Mimpilah kamu menjadi pemain besar, kelak kamu akan meraihnya. Tidak ada kesuksesan tanpa kerja keras. Dan aku telah membuktikannya”.
Advertisements

Bila hati kita gelisah tak tentram tak tenang

0

gelisah          Menurut saya Rachmat Hidayat Kehidupan itu tiada lain hanyalah terdiri dari menit dan detik dan Terdiri dari malam dan siang Dan tiada lain hanyalah terdiri dari hembusan-hembusan nafas. Mengejar gaya hidup dan kenikmatan duniawi itu tak akan ada habisnya, keindahan hidup hanyalah sesaat. Memang waktu adalah hidup waktu lebih berharga dari pada emas dan perak, waktu lebih berharga dan lebih tinggi artinya daripada ketenaran dan kedudukan. Karena kita datang dan pergi untuk keperluan kita sendiri dan keperluan orang hidup. Di dunia ini, kita sudah mengenal dan sering mendengar tentang hidup selalu berdampingan. Ada hidup dan mati, baik dan jelek, kaya dan miskin, dan juga ada ketenangan dan kegelisahan. Kita sering melihat berapa banyak orang yang sukses dengan kehidupannya. Mereka mempunyai kekayaan berlimpah dan melihat berapa banyak orang yang mengais nikmat Allah dengan memulung. Mereka adalah contoh kehidupan yang sering kita lihat. Namun, pertanyaan yang ada dalam benak kita sekarang, berapa banyak orang yang memiliki segalanya mati dengan bunuh diri atau berapa banyak orang yang putus asa dengan hidupnya? Sebenarnya apa yang di cari dalam hidup ini, sedangkan mereka semua berakhir dengan rasa kegelisahan dalam hati mereka.

Hati kita akan semakin gelisah, kalau hidup kita hanya setandarkan dengan kehidupan duniawi. Lihat para pemuka agama, mereka tak jarang hanyalah orang-orang yang hidupnya mangabdikannya dengan melayani Tuhannya. Akan tetapi, apa jawaban mereka jika kita tanya tentang hidupnya. Kebanyakan mereka akan menjawab; syukurilah hidup ini, maka tak akan ada kegelisahan dalam batin ini. Kegelisahan hidup adalah bagian dari kehidupan manusia, bagian yang tertanam di dalam hati kita. Namun, tinggal bagaimana cara kita menekan rasa gelisah ini menjadi tenang. Semua hasil dalam pencarian hidup ini, baik berupa karir yang meningkat, prestasi, dan bahkan kekayaan yang melimpah. Itu semua bukanlah suatu tujuan akhir, melainkan awal dalam menjalani hidup. Permasalahannya sekarang adalah siapa yang akan menjadi orang yang benar-benar bahagia dalam hidup ini atau menjadi orang selalu gelisah dalam hidup ini.

Oleh karena itu gunakanlah waktumu tidak hanya uuntuk kehidupan dunia saja, melainkan ingat kepada akhirat yag lebih menjanjikan selamanya, gunakanlah hidupmu sebaik mungkin agar tidak adanya kegelisahan dalam hidup anda, jangan pula lupa beribadah dan taat kepada allah swt, dengan mendekatkan hidup kita dengan Tuhan niscaya kita akaaan hidup dalam kedamaian, hati tentram dan damai dan apabila sebaliknya maka kita akan dilanda kegelisahan dan hidup tidak tenang.

Tugas & Tanggung jawab seorang manusia

0

          Dalam kehidupannya manusia mempunyai tugas dan tanggung jawabnya dalam kehidupan sehari – hari misalnya bekerja, beribadah, berkeluarga dan sebagainya. Tanggung jawab erat kaitannya dengan kewajiban. Kewajiban adalah sesuatu yang dibebankan terhadap seseorang, kewajiban merupakan hak. maka tanggung jawab dalam hal ini adalah tanggung jawab terhadap kewajibannya.

Tugas

            Manusia mempunyai tugasnya yaitu Beribadah, seperti Sholat, puasa, haji, dan sebagainya. Sedangkan ibadah adalah melaksanakan semua aktifitas baik dalam hubungan dengan secara vertikal kepada Allah SWT maupun bermuamalah dengan sesama manusia untuk memperoleh keridoan Allah sesuai dengan ketentuan-ketentuan Allah SWT dan Hadist. Dan tentunya dari makna  ibadah dalam arti luas ini akan terpancarkan pribadi seorang muslim sejati dimana seorang muslim yang mengerjakan kelima rukun Islam maka akan bisa memberikan warna yang baik dalam bermuamalah dengan sesama manusia dan banyak memberikan manfaat selama bermuamalah itu.
            Disamping itu, segala aktifitas yang kita lakukan baik itu aktifitas ibadah maupun aktifitas keseharian kita dimanapun berada di rumah, di kampus di jalan dan dimanapun haruslah hanya dengan niat yang baik dan lillahi ta’ala, tanpa ada motivasi lain selain ALLAH, sebagai misal beribadah dan bersedekah hanya ingin dipuji oleh orang dengan sebutan “alim dan dermawan”; ingin mendapatkan pujian dari orang lain; ingin mendapatkan kemudahan dan fasilitas dari atasan selama bekerja dan studi dengan menghalalkan segala cara dan lain sebagainya. Sekali lagi jika segala aktifitas bedasarkan niatnya karena Allah, dan dilakukan dengan peraturan yang Allah turunkan maka hal ini disebut sebagai ibadah yang sesungguhnya. Di dalam Adz Dzariyat 56: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.”
            Kita beribadah kepada Allah bukan berarti Allah butuh kepada kita, Allah sama sekali tidak membutuhkan kita. Bagi Allah walaupun  semua orang di dunia ini menyembah-Nya, melakukan sujud pada-Nya, taat pada-Nya, tidaklah hal tersebut semakin menyebabkan meningkatnya kekuasaan Allah. Demikian juga sebaliknya jika semua orang menentang Allah, maka hal ini tak akan mengurangi sedikitpun kekuasaan Allah. Jadi sebenarnya yang membutuhkan Allah ini adalah kita, yang tergantung kepada Allah ini adalah kita, yang seharusnya mengemis minta belas kasihan Allah ini adalah kita. Yang seharusnya menjadi hamba yang baik ini adalah kita. Allah memerintahkan supaya kita beribadah ini sebenarnya adalah untuk kepentingan kita sendiri, sebagai tanda terimakasih kepada-Nya, atas nikmat yang diberikan-Nya, agar kita menjadi orang yang bertaqwa, Allah SWT berfirman: “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa” [2 : 21]

Kewajiban dibagi menjadi dua, yaitu:

a) Kewajiban terbatas

b) Kewajiban tidak terbatas

Tanggungjawab

          Tanggung jawab adalah keadaan wajib menanggung segala sesuatunya. Sehingga bertanggungjawab adalah kewajiban menanggung, memikul jawab, menanggung segala sesuatunya, atau memberikan jawaban dan menanggung akibatnya.

Berdasarkan penjalasan di atas, maka dapat kita jelaskan macam-macam dari bentuk tanggungjawab sebagai berikut :

Macam-macam Tanggungjawab :

  1. Tanggungjawab terhadap diri sendiri

“If it is to be, it is up to me” maksud dari pepatah lama tersebut adalah hanya diri kita yang sepenuhnya bertanggungjawab terhadap kehidupan atau nasib diri kita sendiri. Ada beberapa ketentuan untuk dapat melaksanakan tanggungjwab kehidupan ini dengan baik. Ketentuan pertama adalah mengenali dan mengembangkan potensi yang ada dalam diri sendiri. Selain itu, memahami tujuan hidup supaya
langkah untuk dikerjakan lebih terfokus. Yang terpenting dari semua itu adalah berpikir dan bersikap positif walau apapun yang terjadi. Kesuksesan dimasa depan tidak terkait erat dengan latar belakang maupun latar depan. Keadaan dalam merespon keadaan menentukan tingkat keberhasilan. Suatu keadaan yang sama, tetapi bila direspon secara berbeda maka akan memberikan hasil yang berbeda pula. Sebagai contoh adalah kehidupan mengenai sepasang saudara kembar di Amerika Serikat. Kejadian ini berlangsung sekitar tahun 1950-an. Keluarga pasangan saudara kembar ini berantakan. Sang kakak merespon keadaan itu secara positif, dan bertekad untuk sukses dalam kehidupan. Berkat usaha keras dalam belajar dan tekadnya yang besar, maka ia berhasil menjadi senator ternama di Amerika Serikat. Sedangkan saudara kembarnya sendiri melihat kekacauan dalam keluarganya itu secara negatif. Sehingga ia kehilangan kendali dan selalu berusaha menghancurkan dirinya sendiri. Akibatnya, ia harus mendekam di penjara seumur hidup karena melakukan tindakan kejahatan yang sangat fatal. Tidak ada orang lain yang harus dipersalahkan. Kesalahannya sendiri merupkan penyebab dari nasib buruknya itu. Dalam kisah tersebut terdapat perbedaan rasa tanggungjawab hidup yang besar. Faktor pembeda yang pertama adalah kepahaman terhadap potensi dalam diri masing-masing individu. Sang kakak merasa memiliki potensi yang cukup untuk ia kembangkan lebih lanjut. Oleh sebab itu, ia merasa bertanggung jawab untuk dapat meraih kehidupannya yang lebih baik. Sedangkan sang adik sama sekali tidak melihat potensi yang ada di dalam dirinya. Sehingga sang adik tidak merasa mampu mengemban tanggungjawab kehidupam ini dengan baik. Selain itu, sang kakak sudah menetapkan tujuan yang pasti, sehingga setiap langkahnya terarah. Sedangkan sang adik tidak memiliki tujuan hidup yang pasti. Sehingga, ia merasa tidak perlu bertanggungjawab terhadap kehidupan ini. Sementara sang kakak selalu menyikapi keadaan secara positif. Dilain pihak, sang adik tidak melihat sisi positif dari bencana yang menimpa keluarga mereka. Perbedaan tingkat rasa tanggungjawab hidup diantara mereka berdua telah menyebabkan perbedaan nasib yang sangat besar pula.

Dari contoh di atas, dapat kita ambil kesimpulan bahwa hanya diri kita sendirilah yang bertanggungjawab menentukan
kehidupan seperti apa yang kita harapkan. Sedangkan orang lain tidak bertanggungjawab terhadap nasib ataupun esuksesan kita. Peran dari orang lain hanya bersifat sebagai instrumen yang melengkapai usaha diri kita sendiri.

  1. Tanggungjawab terhadap Keluarga

Secara tradisional keluarga adalah tempat dimana manusia saling memberikan tanggungjawabnya. Si orang tua bertanggungjawab kepada
anaknya, anggota keluarga saling tanggungjawab. Anggota keluarga saling membantu dalam keadaan susah, saling mengurus di usia tua dan dalam keadaan sakit. Ini terlepas dari apakah kehidupan itu berbentuk perkawinan atau tidak. Di lihat dari segi tanggungjawab, orang tua adalah orang yang paling bertanggungjawab terhadap pendidikan anak. Anak dilahirkan dan dibesarkan oleh orang tua, orang yang pertama kali dijumpai anak adalah orang tuanya, jadi secara tidak langsung ayah dan ibu adalah guru pertama bagi anak, disadari atau tidak oleh orang tua itu sendiri.

  1. Tanggungjawab terhadap masyarakat

Manusia bertanggungjawab terhadap tindakan mereka. Manusia menanggung akibat dari perbuatannya dan mengukurnya pada
berbagai norma. Ini merupakan bentuk dari tanggungjawab terhadap masayarakat, dimana di dalam masyarakat telah ada aturan-aturan. Kehidupan bersama antar manusia membentuk norma yang kemudian berkembang menjadi aturan-aturan, hukum-hukum yang dibutuhkan suatu masyarakat tertentu. Dalam negara-negara modern aturan-aturan atau hukum-hukum tersebut termaktub dalam sebuah sistem hukum dan sama bagi semua warga. Apabila aturan-aturan ini dilanggar yang bersangkutan harus memperoleh hukuman atau sanksi. Jika ia misalnya merugikan hak milik orang lain maka Pengadilan dapat menghukum sikap yang bersalah (pelanggaran) berdasarkan KUHP.

  1. Tanggungjawab terhadap bangsa / negara

Pendidikan merupakan salah satu dari contoh bentuk tanggungjawab masyarakat atau lebih khususnya pelajar terhadap bangsa dan negara. Karena pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang terbaik bagi bangsa dan negara. Sumber Daya Manusia Indonesia masih sangat lemah untuk mendukung perkembangan industri dan ekonomi. Penyebabnya karena pemerintah selama ini tidak pernah menempatkan pendidikan sebagai prioritas terpenting. Sedikitnya terdapat tiga alasan untuk memprioritaskan pendidikan sebagai investasi jangka panjang.

– Pertama, pendidikan adalah alat untuk perkembangan ekonomi dan bukan sekedar pertumbuhan ekonomi. Pada praksis manajemen pendidikan modern, salah satu dari lima fungsi pendidikan adalah fungsi teknis-ekonomis baik pada tataran individual hingga tataran global. Fungsi teknis-ekonomis merujuk pada kontribusi pendidikan untuk perkembangan ekonomi. Misalnya pendidikan dapat membantu siswa untuk mendapatkan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk hidup dan berkompetisi dalam ekonomi yang kompetitif. Para penganut teori human capital berpendapat bahwa pendidikan adalah sebagai investasi sumber daya manusia yang memberi manfaat moneter ataupun non-moneter. Manfaat non-meneter dari pendidikan adalah diperolehnya kondisi kerja yang lebih baik, kepuasan kerja, efisiensi konsumsi, kepuasan menikmati masa pensiun dan manfaat hidup yang lebih lama karena peningkatan gizi dan kesehatan. Manfaat
moneter adalah manfaat ekonomis yaitu berupa tambahan pendapatan seseorang yang telah menyelesaikan tingkat pendidikan tertentu dibandingkan dengan pendapatan lulusan pendidikan dibawahnya. Sumber daya manusia yang berpendidikan akan menjadi modal utama pembangunan nasional, terutama untuk perkembangan ekonomi. Semakin banyak orang yang berpendidikan maka semakin mudah bagi suatu negara untuk membangun bangsanya. Hal ini dikarenakan telah dikuasainya keterampilan, ilmu pengetahuan dan teknologi oleh sumber daya manusianya sehingga pemerintah lebih mudah dalam menggerakkan pembangunan nasional.

– Kedua, investasi pendidikan memberikan nilai balik (rate of return) yang lebih tinggi dari pada investasi fisik di bidang
lain. Nilai balik pendidikan adalah perbandingan antara total biaya yang dikeluarkan untuk membiayai pendidikan dengan total pendapatan
yang akan diperoleh setelah seseorang lulus dan memasuki dunia kerja.

– Ketiga, investasi dalam bidang pendidikan memiliki banyak fungsi selain fungsi teknis-ekonomis yaitu fungsi sosial-kemanusiaan,
fungsi politis, fungsi budaya, dan fungsi kependidikan. Fungsi sosial-kemanusiaan merujuk pada kontribusi pendidikan terhadap perkembangan manusia dan hubungan sosial pada berbagai tingkat sosial yang berbeda.

Jelaslah bahwa investasi dalam bidang pendidikan tidak semata-mata untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi tetapi lebih luas lagi yaitu
perkembangan ekonomi. Perkembangan ekonomi akan tercapai apabila sumber daya manusianya memiliki etika, moral, rasa tanggung jawab, rasa keadilan, jujur, serta menyadari hak dan kewajiban yang kesemuanya itu merupakan indikator hasil pendidikan yang baik. Dari paparan di atas tampak bahwa pendidikan adalah wahana yang amat penting dan strategis untuk perkembangan ekonomi dan integrasi bangsa.

  1. Tanggungjawab terhadap Tuhan

Penciptaan manusia dilandasi oleh sebuah tujuan luhur. Maka, tentu saja keberadaannya disertai dengan berbagai tanggungjawab. Konsekuensi kepasrahan manusia kepada Allah Swt, dibuktikan dengan menerima seluruh tanggungjawab (akuntabilitas) yang datang dari-Nya serta melangkah sesuai dengan aturan-Nya. Berbagai tanggungjawab ini, membentuk suatu relasi tanggungjawab yang terjadi antara Tuhan, manusia dan alam. Hal tersebut meliputi antara lain: tanggungjawab manusia terhadap Tuhan, tanggungjawab manusia terhadap
sesama, tanggungjawab manusia terhadap alam semesta serta tanggungjawab manusia tehadap dirinya sendiri. Tanggungjawab manusia terhadap Tuhan meliputi dua aspek pokok. Pertama, mengenal Tuhan. Kedua, menyembah dan beribadah kepada-Nya.

Pengabdian dan Pengorbanan

Wujud tanggungjawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan. Pengabdian dan pegorbanan adalah perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri. Pengabdian adalah perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta kasih sayang, norma, atau satu ikatan dari semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggungjaab. Apabila orang bekerja keras sehari penuh untuk mencapai kebutuhan, hal itu berarti mengabdi keapada keluarga. Manusia tidak ada dengan sendirinya, tetapi merupakan mahluk ciptaan Tuhan. Sebagai ciptaan Tuhan manusia wajib mengabdi kepada Tuhan. Pengabdian berarti penyerahan diri sepenuhnya kepada uhan, dan merupakan perwujudan tanggungjawab kepad Tuhan.

Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan, sehingga pengorbanan berarati pemberian untuk menyatakan kebaktian. Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung keikhalasan yangtidak menganadung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. Perbedaan antara pengabdian dan pengorbanan tidak begitu jelas. Karena adanya pengabdian tentu ada pengorbanan. Antara sesame kawan sulit dikatakan pengabdian karena kata pengabdian mengandung arti lebih rendah tingkatannya, tetapi untuk kata pengorbanan dapat juga diterapkan kepaa sesame teman..

Pengorbanan merupakan akibat dari pengabdian. Pengorbanan dapat berupa harta benda, pikiran dan perasaan, bahkan dapat juga berupa jiwanya. Pengorbanan diserahkan secara ikhlas tanpa pamrih, tanpa ada perjanjian, tanpa ada transaksi, kapan sja diperlukan. Pengabdian lebih banyak menunjuk pada perbuatan sedangkan pengorbanan lebih banyak menunjuk pada pemberian sesuatu misalnya berupa pikiran, perasaan, tenaga, biaya. Dalam pengabdian selalu dituntut pengorbanan, tetapi pengorbanan belum tentu menuntut pengabdian.

Prinsip & cita – cita seorang manusia

0

srjnaCITA – CITA     

          Menurut saya cita cita ialah harapan dan keinginan dalam pikiran seseorang yang ingin diwujudkan, dengan demikian cita cita merupakan pandangan hidup seseorang, Apabila  cita-cita  itu belum terpenuhi, maka  cita-cita  itu disebut angan-angan.  Disini persyaratan dan kemampuan  tidak/belum  dipenuhi  sehinga  usaha untuk mewujudkan  cita-cita  itu tidak mungkin  dilakukan.  Misalnya  seorang anak bercita-cita ingin  menjadi  dokter,  ia belum  sekolah,  tidak mungkin  berpikir  baik,  sehingga  tidak  punya kemampuan   berusaha  mencapai  cita-cita.  Itu baru dalam  taraf  angan-angan. Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapainya cita-cita, pada umumnya dapat disebut yang menguntungkan dan yang menghambat. Faktor yang menguntungkan merupakan kondisi yang memperlancar tercapainya suatu cita-cita. Sedangkan faktor yang menghambat merupakan kondisi  yang  merintangi  tercapainya  suatu cita-cita,  Misalnya  sebagai  berikut  :

          Amir dan Budi adalah dua anak pandai dalam satu kelas, keduanya bercita-cita menjadi sarjana. Amir  anak orang  yang cukup kaya, sehingga dalam mencapai cita-citanya tidak mengalami hambatan. Malahan dapat dikatakan bahwa kondisi ekonomi orang tuanya merupakan faktor yang menguntungkan  atau memudahkan  mencapai cita-cita si Amir. Sebaliknya dengan Budi yang orang tuanya ekonominya lemah, menyebabkan ia tidak mampu mencapai cita-citanya. Ekonomi orang tua Budi yang lemah merupakan  hambatan bagi  Budi dalam  mencapai  cita-citanya. itulah contoh dari faktor memperlancar dan menghambat dari suatu cita – cita. Bila cita – cita kta dapat terwujud maka kita dapat membanggakan orang tua kita dan dapat membahagiakan dia pula, oleh karena itu gapailah cita – cita mu walaupun setinggi langit.

Prinsip Hidup

          Dengan berbekalkan kalimah ‘LailahaillAllah’ yg kita terima dari Nabi Muhammad lalu kita berikrar pula ‘MuhammdurRasulullah’, kita pun telah disiapkan tugas oleh Tuhan untuk memikul segala beban hidup dan tanggung jawab yang penuh dengan kesulitan supaya diselesaikan dengan penuh berAmanah, dengan kalimat itu pulalah kita menghadapi persoalan dalam hidup ini yg penuh dengan duri dan cabaran, dalam hati kita terlukis kalimat itu dan dengan pendirian itu jugalah kita ditengah-tengah masyarakat, agama dan kebudayaan, dengan itu pula kita mencari pengetahuan, kerjaya hidup serta rezeki buat bekalan. Itulah pangkal tempat mula kita bertolak, itulah perlabuhan terakhir dalam hidup kita dan itulah pegangan hidup kita didunia dan diakhirat.

Adil dan aman

0
gambar+keadilanSesuai dengan UUD 1945 sila ke5 keadilan sosial bagi seluruh rakyat indonesia, Kebenaran harus ditegakkan agar manusia mendapatkan keadilan secara merata, setiap makhluk membutuhkan keadilan agar ketrentaman dan kenyaman dalam masyarakat,
Pengertian Keadilan
         Keadilan  menurut aristoteles keadilan merupakan kelayakan dalam tindakan manusia. Kelayakan diartikan sebagai titik tengah diantara kedua ujung ekstrem  yang terlalu banyak dan terlalu sedikit.
Kedua ujung tersebut  menyangkut dua orang atau benda. Dan kedua orang tersebut atau kedua  benda tersebut harus mepunyai porsi atau ukuran yang sama itu yang dinamakan adil dan jika tidak seukuran itu namanya ketidal adilan. Arti mudahnya keadilan adalah tidah berat sebelah atau bisa di sebut dengan sama. Setiap kehidupan manusia dalam melakukan aktivitas nya pasti pernah mengalami perlakuan yang tidak adil. Jarang sekali kita mengalami perlakuan yg adil dari setiap aktivitas yang kita lakukan. Dimana setiap diri manusia pasti terdapat suatu dorongan atau keinginan untuk berbuat jujur namun terkadang untuk melakukan kejujuran itu sangatlah sulit dan banyak kendala nya yang harus di hadapi, seperti keadaan atau situasi, permasalahan teknis hingga bahkan sikap moral. Dampak positif dari keadilan itu sendiri dapat menghasilkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi, karena ketika seseorang mendapat perlakuan yang tidak adil maka orang tersebut akan mencoba untuk bertanya atau melalukan perlawanan “protes” dengan caranya sendiri. Dan dengan cara itulah yang dapat menghasilkan kreatifitas dan seni tingkat tinggi seperti demonstrasi, melukis, menulis dalam bentuk apapun hingga bahkan membalasnya dengan berdusta dan melakukan kecurangan.
Macam-Macam Keadilan
  • Keadilan Legal atau Keadilan Moral
          Plato berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dan masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Dalam suatu masyarakat yang adil setiap orang menjalankan pekerjaan yang menurut sifat dasamya paling cocok baginya (The man behind the gun). Pendapat Plato itu disebut keadilan moral, sedangkan, Sunoto menyebutnya keadilan legal. Keadilan timbul karna penyatuan dan penyesuaian untuk memberi tempat yang selaras kepada bagian-bagian yang membentuk suatu masyarakat. Keadilan terwujud
dalam masyarakat bilamana setiap anggota masyarakat melakukan fungsinya secara baik.

  •  Keadilan Distributif
          Aristoles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally). Sebagai contoh, Ali bekerja 10 tahun dan Budi bekerja 5 tahun. Pada waktu diberikan hadiah harus dibedakan antara Ali dan Budi. yaitu perbedaan sesuai dengan lamanya bekerja. Andaikata Ali menerima Rp. 100.000.- maka Budi harus menerima. Rp 50.000. Akan tetapi bila besar hadiah Ali dan Budi sama justru hal tersebut tidak adil.
  •  Keadilan Komutatif
          Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum. Bagi Aristoteles pengertian keadilan itu merupakan asas pertalian dan ketertiban dalam rnasyarakat Semua tindakan yang bercorak ujung ekstrim menjadikan ketidakadilan dan akan merusak atau bahkan menghancurkan pertalian dalam masyarakat.
Kesimpulan :
Menurut saya keadilan sangat dibutuhkan dalam kehidupan didunia ini. Dengan adanya keadilan kita dapat hidup tenang dan damai.

Penyakit yang diderita manusia

0
Pengertian Penderitaan
          Menurut saya itu Derita yang artinya menahan atau menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak enak. Penderitaan dapat berupa penderitaan lahir atau batin atau lahir dan batin. Penderitaan termasuk realita manusia dan dunia. Intensitas penderitaan bertingkat-tingkat, ada yang berat, ada yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat tidaknya intensitas penderitaan. Suatu pristiwa  yang dianggap penderitaan oleh seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain.
Pengertian Siksaan
         Siksaan atau penyiksaan digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah. Sepanjang sejarah, siksaan telah juga digunakan sebagai cara untuk memaksakan pindah agama atau cuci otak politik. Berbicara tentang siksaan, maka terbayang oleh kita tentang neraka, dosa dan akhirnya firman Allah SWT. dalam kitab suci Al-Qur’an. Seperti kita maklumi di dalam kita suci Al-Qur’an terdapat banyak sekali surat dan ayat yang membahas tentang ini. Dalam Al-Qur’an ini surat-surat lain banyak berisi jenis ancaman dan siksaan bagi orang-orang musyrik, syirik, makan riba, dengki, memfitnah, mencuri, makan harta anak yatim, dan sebagainya.
        Berbicara tentang siksaan terbayang di benak kita sesuatu yang sangat mengerikan bahkan mungkin mendirikan bulu kuduk kita, siksaan itu berupa penyakit, siksaan hati, siksaan badan oleh orang lain dan sebagainya. Siksaan manusia ini ternyata juga menimbulkan kreativitas bagi yang pernah mengalami siksaan atau orang lain yang berjiwa seni yang menyaksikan baik langsung ataupun tidak langsung.
 
Siksaan bersifat psikis
        Siksaan yang sifatnya Psikis misalnya kebimbangan, kesepian dan ketakutan. Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan diambil. Misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang itu pergi atau tidak. Akibat dari kebimbangan seseorang berada dalam keadaan yang tidak menentu, sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu. Bagi orang yang lemah berpikirnya, masalah kebimbangan akan lama dialami, sehingga siksaan itu berkepanjangan. Tetapi bagi orang yang kuat berpikirnya ia akan cepat mengambil suatu keputuan, sehingga kebimbangan akan cepat dapat diatasi. Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya atau jiwanya, walaupun ia dalam lingkungan orang ramai, kesepian ini tidak boleh dicampur adukkan dengan keadaan sepi seperti yang  dialami oleh petapa  atau biarawan yang tinggalnya ditempat yang sepi. Tempat mereka memang sepi tetapi hati mereka tidak sepi. Kesepian juga merupakan salah satu wujud dari siksaan yang dialami seseorang.

Keindahan alam kita

0

Menurut saya

indah artinya permai, bagus, elok, molek, cantik dan sebagainya. Benda yang mempunyai sifat indah ialah hasil seni, rumah ( halaman, tanaman, perabot ), manusia ( rambut, kaki, tubuh, wajah, mata, bibir, hidung ), pemandangan alam ( pegunungan, danau, pantai, bunga-bunga ) suara, warna dan lainnya.

Hubungan manusia dan keindahan

Manusia wajib memelihara dan menjaga kelestarian alam kita, agar alam ini tetap terjaga keindahan dan keeloknannya, sehingga akan menjauhkan kita dai beberapa bencana alam seperti tanah longsor, banjir dan kerusakkan alam lainnya yang dikarenakan ulah manusia yang tidak menjaga kelestaran alamnya, Manusia memiliki lima komponen yang secara otomatis dimiliki ketika manusia tesebut dilahirkan. Ke-lima komponen tersebut adalah nafsu, akal, hati, ruh, dan sirri (rahasia ilahi). Dengan modal yang telah diberikan kepada manusia itulah (nafsu, akal dan hati) akhirnya manusia tidak dapat dipisahkan dengan sesuatu yang disebut dengan keindahan. Dengan akal, manusia memiliki keinginan-keinginan yang menyenangkan (walaupun hanya untuk dirinya sendiri) dalam ruang renungnya, dengn akal pikiran manusia melakukan kontemplasi komprehensif guna mencari niolai-nilai, makna, manfaat, dan tujuan dari suatu penciptaan yang endingnya pada kepuasan, dimana kepuasan ini juga merupakan salah satu indikator dari keindahan. Akal dan budi merupakan kekayaan manusia tidak dirniliki oleh makhluk lain. Oleh akal dan budi manusia memiliki kehendak atau keinginan pada manusia ini tentu saja berbeda dengan “kehendak atau keinginan” pada hewan karena keduanya timbul dari sumber yang berbeda. Kehendak atau keinginan pada manusia bersumber dari akal dan budi, sedangkan kehendak atau keinginan pada hewan bersumber dari naluri. Sesuai dengan sifat kehidupan yang menjasmani dan merohani, maka kehendak atau keinginan manusia itu pun bersifat demikian. Jumlahnya tak terbatas. Tetapi jika dilihat dari tujuannya, satu hal sudah pasti yakni untukmenciptakan kehidupan yang menyenangkan, yang memuaskan hatinya. Sudah bukan rahasia lagi bahwa “yang mampu menyenangkan atau memuaskan hati setiap manusia itu tidak lain hanyalah sesuatu yang “baik”, yang “indah”. Maka “keindahan pada hakikatnya merupakan dambaan setiap manusia; karena dengan keindahan tu itu manusia merasa nyaman hidupnya. Melalui suasana . keindahan itu perasaan “(ke) manusia (annya)” tidak terganggu. Dengan adanya keinginan-keinginan tersebut, manusia menggunakan nafsunya untuk mendorong hasrat atau keinginan yang dipikirkan atau direnungkan oleh sang akal tadi agar bisa terrealisasikan. Ditambah lagi dengan anugrah yang diberikan-Nya kepada kita (manusia) yakni berupa hati, dimana dengan hati ini manusia dapat merasakan adanya keindahan, oleh karena itu manusia memiliki sensibilitas esthetis.

Alasan Manusia Mencipta Keindahan

Keindahan itu dasarya adalah alamiah. Alam itu ciptaan Tuhan yang berarti bahwa keindahan itu ciptaan Tuhan. Alamiah itu terjadi dengan sendirinya, Kalau pelukis wanita lebih cantik dari keadaan yang sebenarnya, justru tidak indah. Karena akan ada ucapan “lebih cantik dari warna aslinya”. Maka keindahan berasal dari kata indah berarti cantik, molek, bagus, permai, dan sebagainya. Benda yang mengandung keindahan ialah segala hasil seni kita sendiri dan alam semesta ciptaan Tuhan Yang Maha Esa. Sangat luas kawasan keindahan bagi manusia. Karena itu kapan, di mana, dan siapa saja dapat menikmati keindahan. Maka Keindah alam kita harus selalu terjaga indahnya.